Ketahuilah, ujian dan cobaan di dunia merupakan sebuah keharusan, siapa pun tidak bisa terlepas darinya. Bahkan, itulah warna-warni kehidupan. Kesabaran dalam menghadapi ujian dan cobaan merupakan tanda kebenaran dan kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT.
Sesungguhnya ujian dan cobaan yang datang bertubi-tubi menerpa hidup manusia merupakan satu ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah Azza wa Jalla. Tidak satu pun diantara kita yang mampu menghalau ketentuan tersebut.
Keimanan, keyakinan, tawakkal dan kesabaran yang kokoh amatlah sangat kita butuhkan dalam menghadapi badai cobaan yang menerpa. Sehingga tidak menjadikan diri kita berburuk sangka kepada Allah SWT terhadap segala Ketentuan-Nya.
Pembahagian sabar dan kaitannya dengan hukum yang lima yaitu:
1. Sabar yang Wajib.
Sabar ini terbahagi kepada 3:
a.Sabar dalam ketaatan dan dalam menunaikan kewajiban (melakukan segala suruhan Allah)
b.Sabar dalam menahan diri daripada melakukan kemaksiatan dan segala yang dilarang oleh Allah.
c.Sabar terhadap semua bala bencana dan musibah yang ditakdirkan.
2. Sabar yang Sunat.
a.Sabar ini juga ada 3:
b.Sabar dalam menahan diri dalam menghadapi perlakuan buruk dengan membalas keburukan pula;
c.Sabar dalam hal-hal yang disunatkan; dan
3. Sabar yang Mubah.
Sabar yang mubah adalah menahan diri daripada semua perbuatan yang kedua-duanya sama baik antara melakukan dan meninggalkan dan bersabar atasnya, kerana sabar itu berkaitan dengan nafsu yang selalu berkeinginan dan menyukai agar keinginan-keinginannya selalu dituruti dan dipenuhi.
4. Sabar yang Makruh.
Ada beberapa contoh sabar yang makruh yang dapat menjelaskannya, yaitu :
1. Menahan diri daripada kelapangan dalam makanan, minuman, pakaian dan hubungan suami isteri sehingga hal itu membahayakan kesehatan badannya;
Sabar yang mubah adalah menahan diri daripada semua perbuatan yang kedua-duanya sama baik antara melakukan dan meninggalkan dan bersabar atasnya, kerana sabar itu berkaitan dengan nafsu yang selalu berkeinginan dan menyukai agar keinginan-keinginannya selalu dituruti dan dipenuhi.
4. Sabar yang Makruh.
Ada beberapa contoh sabar yang makruh yang dapat menjelaskannya, yaitu :
1. Menahan diri daripada kelapangan dalam makanan, minuman, pakaian dan hubungan suami isteri sehingga hal itu membahayakan kesehatan badannya;
2. Menahan diri daripada menggauli isterinya ketika isterinya memerlukan berbuat demikian dan tidak ada mudharat bagi si suami. karena yang demikian akan memudharatkan bagi isteri dan ini bermakna dia telah mengabaikan salah satu hak hidup suami isteri, manakala Islam menganjurkan untuk menjaga hak-hak tersebut dan menggaulinya secara baik;
3. Tidak menegur apabila melihat seseorang yang melakukan perkara-perkara yang makruh dalam solat, pada hal dia tahu hal itu sebahagian daripada hal-hal yang dimakruhkan dalam solat
4. Menahan diri daripada perbuatan yang disunatkan seperti kebiasaan memberi sedekah kepada salah seorang yang memerlukan sedikit wang atau yang lainnya setiap minggu atau setiap bulan, lalu tiba-tiba ia menghentikan hal itu.
5. Sabar yang Haram.
Secara ringkas Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah berkata :
"Sabar atas kewajiban adalah wajib dan sabar dalam menahan diri daripada kewajiban adalah haram.
Sabar dalam menahan diri daripada yang haram adalah wajib dan sabar menerima perlakuan yang dilarang adalah haram.
Sabar dalam menunaikan yang sunah adalah disunahkan dan sabar untuk tidak melakukannya adalah makruh.
Sabar dalam menahan diri dari yang makruh adalah sunah.
Sabar yang dibolehkan adalah mubah”.
Mudah-mudahan menambah pengetahuan kita dan dapat mengamalkannya. Sesungguhnya Allah berserta dengan orang-orang yang sabar.
3. Tidak menegur apabila melihat seseorang yang melakukan perkara-perkara yang makruh dalam solat, pada hal dia tahu hal itu sebahagian daripada hal-hal yang dimakruhkan dalam solat
4. Menahan diri daripada perbuatan yang disunatkan seperti kebiasaan memberi sedekah kepada salah seorang yang memerlukan sedikit wang atau yang lainnya setiap minggu atau setiap bulan, lalu tiba-tiba ia menghentikan hal itu.
5. Sabar yang Haram.
Secara ringkas Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah berkata :
"Sabar atas kewajiban adalah wajib dan sabar dalam menahan diri daripada kewajiban adalah haram.
Sabar dalam menahan diri daripada yang haram adalah wajib dan sabar menerima perlakuan yang dilarang adalah haram.
Sabar dalam menunaikan yang sunah adalah disunahkan dan sabar untuk tidak melakukannya adalah makruh.
Sabar dalam menahan diri dari yang makruh adalah sunah.
Sabar yang dibolehkan adalah mubah”.
Mudah-mudahan menambah pengetahuan kita dan dapat mengamalkannya. Sesungguhnya Allah berserta dengan orang-orang yang sabar.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar